Bagaimana Perjudian Online Dijalankan dan Mengapa Orang Tertarik untuk Bermain?

10/30/20242 min read

Oleh: Izdihar Rayyan Rasya

Perjudian telah menjadi bagian dari sejarah manusia sejak lama, dan kini teknologi digital mengubahnya menjadi lebih modern. Permainan seperti slot online, poker, dan taruhan bola menjadi bentuk baru yang makin digandrungi. Sayangnya, perkembangan ini tak hanya membuka peluang bagi industri resmi di negara-negara yang mengaturnya dengan baik, tetapi juga menghadirkan perjudian online ilegal. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah melarang perjudian online, namun kenyataannya praktik ini masih sulit dihentikan. Menurut laporan PPATK, perputaran uang dalam judi online ilegal di Indonesia mencapai sekitar Rp190 triliun antara 2017 hingga 2022 angka yang luar biasa besar.

Tindakan tegas memang telah dilakukan, seperti penangkapan ribuan orang yang terlibat dalam jaringan judi online. Namun, apakah ini cukup? Ternyata, mengatasi perjudian online ilegal tidak semudah menangkap pemain atau bandar lokal. Berdasarkan studi dari Han et al. (2019), ada struktur terorganisir yang rumit dalam dunia judi online ilegal, mirip piramida. Di puncaknya ada investor yang mendanai dan membangun platform di negara yang melegalkan perjudian, lalu mereka mencari penyelenggara lokal yang beroperasi di negara-negara di mana perjudian dilarang. Dari penyelenggara lokal, jaringan ini menyebar ke agen-agen yang mencari pemain dan mengelola uang taruhan. Di lapisan paling bawah, barulah ada para pemain yang terlibat langsung. Struktur ini menunjukkan bahwa menghentikan judi online ilegal bukan sekadar urusan menangkap pelaku di lapangan; ada jaringan internasional di baliknya.

Tentu saja, kesadaran masyarakat juga penting. Karena perjudian online mengandalkan iklan sebagai strategi pemasaran, kita sering melihat promosi menarik dari operator yang membanjiri media. Mereka menyebutkan "peluang menang tinggi," "taruhan bebas risiko," dan janji-janji serupa yang seringkali hanya trik pemasaran. Menurut riset James Banks (2014), kata-kata seperti "kemenangan besar" atau "bonus bebas risiko" adalah cara penyedia judi membuat calon pemain tertarik dan percaya, padahal kenyataannya permainan ini diatur untuk membuat pemain terus bermain dan mengeluarkan uang.

Dengan akses internet yang mudah, orang-orang, terutama mereka dari kalangan ekonomi rentan, jadi target yang empuk. Mengira bahwa mereka bisa meraih kekayaan instan, mereka justru bisa terjebak dalam lingkaran perjudian yang sulit dilepaskan. Oleh karena itu, edukasi adalah langkah penting. Masyarakat perlu paham bahwa perjudian tidak memberi jalan pintas untuk kaya raya; kerja keras dan usaha yang cerdas jauh lebih nyata untuk meraih kesuksesan finansial.

Untuk pemerintah dan aparat, pendekatan yang lebih kolaboratif diperlukan. Mengingat bahwa jaringan judi ilegal melibatkan banyak negara, kerja sama internasional jadi kunci penting dalam memberantas kejahatan lintas negara ini. Tidak cukup hanya menangkap para agen atau bandar lokal; pemangku kebijakan perlu memotong jaringan dari akar-akarnya, termasuk mengejar para investor yang mendanai perjudian ini di negara lain.

Kesimpulannya, perjudian online ilegal memang tantangan besar, tetapi bukan tanpa solusi. Selain penindakan hukum yang lebih kuat, edukasi masyarakat juga harus diperkuat untuk mengurangi ketertarikan pada perjudian ini. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan kerjasama yang baik di berbagai lapisan, harapannya perjudian online ilegal bisa dikendalikan dan dampaknya pada masyarakat bisa diminimalkan.

Referensi:

Banks, J. (2014). Online gambling and crime: Causes, controls and controversies. In Online Gambling and Crime: Causes, Controls and Controversies. https://doi.org/10.1080/14459795.2015.1005018

CNN Indonesia. (2023). Fakta-fakta Transaksi Judi Online, Total Taruhan Hingga Profil Pemain. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20230927193847-192-1004595/fakta-fakta-transaksi-judi-online-total-taruhan-hingga-profil-pemain/2

CNN Indonesia. (2023). Polri Tangkap 866 Tersangka Judi Online dari 685 Kasus Sejak 2022. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230831140426-12-992945/polri-tangkap-866-tersangka-judi-online-dari-685-kasus-sejak-2022

Han, X., Wang, L., Xu, S., Zhao, D., & Liu, G. (2019). Recognizing roles of online illegal gambling participants: An ensemble learning approach. Computers and Security, 87. https://doi.org/10.1016/j.cose.2019.101588